Jadi maskot, berjalan 10km demi cari rezeki untuk keluarga!


Demi sesuap nasi dan kelangsungan hidup, ada segelintir dari kita terpaksa melupakan keseronokan zaman kanak-kanak demi membantu keluarga mencari rezeki.

Itulah yang terpaksa dilalui oleh seorang budak lelaki yang dikenali sebagai Rehan yang terpaksa berkorban masa bermain bersama rakan-rakan dan rela memakai kostum maskot di jalanan.

Rehan sanggup berjalan sejauh 10 kilometer setiap hari dan demi mencari rezeki untuk dibawa pulang.

Kehidupan seharian sebagai penghibur jalanan

Menerusi laman Instagram, @rhmadii_atau Rahmadi berkongsi mengenai kisah Rehan dan menceritakan kehidupan seharian sebagai penghibur jalanan.


Bangun seawal pagi untuk hiburkan orang awam di pinggir jalan

Difahamkan, budak tersebut perlu bangun seawal pagi bagi menghiburkan orang awam di pinggir jalan sekitar daerah Jalan Gatot Subroto, Kalimantan Selatan.

Ketika usia yang begitu muda, keputusan menjadi maskot dilakukan selepas mengambil kira faktor ekonomi bagi memenuhi keperluan harian keluarganya.

Tampil dengan beberapa pilihan kostum kartun terkenal


Malah, Rehan juga tampil dengan beberapa pilihan kostum watak-watak kartun terkenal seperti Dora the Explorer, Upin & Ipin serta Spongebob Squarepants.

Diharap Rehan dipermudahkan rezeki demi membantu menyara keluarga. Semoga anak kecil ini tabah dan cekal meneruskan kehidupan.


View this post on Instagram
EDISI KEHIDUPAN.... Setiap hari, Rehan harus bangun pagi-pagi betul agar atraksinya bisa disaksikan oleh para pekerja kantoran dan warga disekitar jalan Gatot Subroto... Bagi sebagian orang, atraksi badut jalanan yang disuguhkan Rehan dinilai ampuh untuk mengusir rasa suntuk di tengah padatnya jalan Gatot subroto. Namun, ada beberapa hal penting yang luput dari pikiran mereka. Pertunjukkan yang mereka anggap menarik itu sebetulnya dilakukan oleh anak di bawah umur, bahkan termasuk dalam kategori eksploitasi anak. Menurut pengakuan Rehan, keputusannya menjadi Badut jalanan didasari oleh motif ekonomi agar ia bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ibunya yang bekerja serabutan hanya mampu mengumpulkan uang untuk membayar biaya sewa kontrakan. Jika ada rejeki berlebih, uang tersebut sengaja disisihkan untuk biaya sekolahnya. “Uangnya lumayan. Bisa buat beli Nasi bungkus untuk dibawa pulang ke rumah,” tutur Rehan Agar atraksinya menarik perhatian banyak orang, Rehan memperlihatkan jogetan kecilnya. Sementara untuk urusan kostum dan kepala boneka, Rehan mengaku selalu mengganti kostumnya setiap hari. Sang penyedia kostum juga menyediakan beberapa pilihan kepala boneka yang didesain menyerupai tokoh-tokoh kartun, mulai dari Dora the Explorer, Upin dan Ipin, hingga Spongebob Squarepants. Kepala dan bajunya saya sewa. Saya tidak tahu biayanya, karena ibu yang membayar,” ungkap Rehan sembari menyeka keringat yang menetes di kelopak matanya. Setiap hari Rehan memang sengaja berangkat pagi-pagi buta, bahkan sebelum mentari pagi bersinar. Selain mengincar mobil-mobil yang terjebak macet, ia ingin menyisihkan waktu di sore hari untuk bermain bola di rumah. Lepas Sholat Isya saya biasanya langsung pulang ke rumah bersama ibu setelah ibu selesai beberes kebersihan halaman Alfamart jl. Gatot subroto kata Rehan Namun saat ditanya, apakah ia dan ibunya nyaman dengan profesi mereka saat ini, Rehan mengaku senang dapat membantu memberikan uang tambahan kepada ibunya. Kendati demikian, Rehan tidak memungkiri bahwa terkadang ia merasa lelah karena harus berjalan hingga sejauh 10 km dari rumahnya.
A post shared by KONTEN INSPIRATIF (@rhmadii__) on


Sumber : @rhmadii__

Post a comment

0 Comments